Jumat, 25 Juni 2021

Cara Membuat Kopi Cold Brew Ala Coffee Shop di Rumah dengan Mudah

Kopi Cold Brow (Google)

Seiring dengan maraknya coffee shop, kopi cold brew jadi menu favorit di banyak kafe. Selain manual brew, penggemar berat kopi juga menyukai kopi cold brew
. Jika biasanya kopi diseduh dengan air panas dan didiamkan beberapa menit, berbeda dengan cold brew, kopi diseduh dengan cara direndam air dingin selama beberapa jam.

Sebenarnya, konsep dasar cold brew adalah mencampur air dingin atau air bersuhu ruangan dengan bubuk kopi yang digiling kasar, lalu didiamkan selama 12 jam kemudian disaring. Konsentrat kopi yang diperoleh dapat disajikan sebagai minuman hangat atau dingin.

Penasaran ingin membuatnya dirumah? Jangan khawatir, kamu hanya perlu menyiapkan biji kopi favorit yang sudah disangrai, dan air dingin. Alat-alat yang digunakan juga sangat sederhana.  Berikut cara membuat cold brew ala coffee shop di rumah mengutip dari Kristine's Kitchen.

1.Rasio kopi dan air

Rasio kopi dan air akan berpengaruh terhadap kepekatan kopi. Semakin banyak air dibanding kopi maka hasil seduhannya akan semakin encer. Ukuran standar pembuatan kopi cold brew adalah menggunakan 128 gram bubuk kopi untuk 1 cangkir air dingin (236 ml). Perbandingan ini masih bisa disesuaikan dengan selera. Busa dibuat lebih pekat ataupun lebih cair.

Untuk membuat kopi cold brew disarankan memakai biji kopi yang digiling tidak terlalu halus. Biji kopi pada tingkat kehalusan ini akan menghasilkan ekstraksi yang lebih baik dibanding dengan memakai biji kopi yang terlalu halus.

2. Waktu penyimpanan

Selanjutnya campurkan kopi yang sudah digiling dengan air dingin pada gelas kaca. Setelah mencampurkan kopi dan air dingin pada gelas, langkah selanjutnya adalah menyimpan kopi untuk membiarkannya terekstraksi. Ini bertujuan untuk menghasilkan kopi yang sudah terekstraksi pada air dengan sangat baik.

Waktu ideal untuk ‘merendam’ kopi cold brew umumnya adalah 8 jam-12 jam, tapi durasi lamanya pendinginan ini kembali lagi kepada selera masing-masing. Untuk menghasilkan cold brew yang lebih enak dan mengurangi rasa pahitnya, disarankan untuk menyimpannya lebih lama.

3. Menyaring kopi

Langkah terakhir untuk menyajikan kopi cold brew adalah dengan menyaringnya. Untuk memisahkan ampas kopi dengan kopi yang sudah bisa diminum, cold brew membutuhkan proses penyaringan terlebih dahulu.

Cara yang lebih mudah untuk menyaring cold brew, bisa dengan menggunakan kain halus dan mangkuk yang cukup besar. Kain atau saringan yang halus ini akan memisahkan ampas kopi bahkan sampai butiran terkecil sekalipun. Sehingga kopi yang masuk ke dalam cangkir untuk disajikan bisa terbebas dari ampas kopi.

Kopi cold brew yang sudah disaring masih bisa disimpan lagi menggunakan wadah kaca yang cukup besar dan ditutup rapat. Cold brew bisa disimpan di dalam kulkas dan bertahan dalam waktu kurang dari dua minggu.

  

Tips:

- Pastikan biji kopi ditumbuk kasar, jangan gunakan bubuk kopi yang terlalu halus karena proses ekstrak yang tidak bisa dibilang singkat akan menciptakan aftertaste pahit yang berlebihan.

-Gunakan air yang telah disaring, jika memungkinkan. Secangkir kopi akan memiliki rasa yang lebih bersih dan manis jika Anda menggunakan air yang telah disaring untuk membuatnya.

-Supaya hasil seduhannya maksimal, pilih kopi yang segar (kira-kira berumur 2 minggu setelah tanggal roasting) dan giling kopi sesaat sebelum diseduh. Ingat, tekstur gilingan, tidak perlu terlalu halus.

-Pilih kopi yang memiliki cita rasa asam yang tinggi, seperti kopi dari Toraja atau Bali. Sebaiknya jangan memakai kopi dengan cita rasa asam yang rendah karena hasil seduhan kopi dengan metode cold brew sendiri rasa asamnya sudah turun drastis.

-Bisa menambahkan air atau susu dengan menggunakan rasio 1:3 (1/4 bagian untuk konsentrat kopi dan 3/4 bagian untuk air atau susu). Rasio ini tidak bersifat mutlak, jadi anda bisa mengubah rasio sesuai dengan selera.
(Viona Bono Valvinka)

Continue reading Cara Membuat Kopi Cold Brew Ala Coffee Shop di Rumah dengan Mudah

Selasa, 22 Juni 2021

10 Gunung di Pulau Jawa untuk Pendaki Pemula

Gunung Prau Dieng (Google)

Indonesia memiliki banyak sekali gunung dengan pemandangan yang indah. Namun, di pulau Jawa sendiri terdapat ratusan gunung yang tersebar di beberapa wilayah dan memiliki pemandangan yang menakjubkan.

Meski sedang pandemi, wisata gunung menjadi alasan yang tepat untuk refreshing sambil menjelajahi alam. Selain aman dari kerumunan, wisata ini juga tergolong cukup murah, dibanding dengan pergi ke luar kota, booking pesawat dan hotel jutaan rupiah.

Tapi, bagaimana jika kamu belum pernah naik gunung, atau pendaki pemula? Kira-kira gunung apa yang cocok untuk dikunjungi para pendaki pemula? Berikut rekomendasi gunung untuk pendaki pemula yang berada di pulau jawa.

1. Gunung Nglanggeran – 700 mdpl

Rekomendasi gunung untuk pendaki pemula yang pertama adalah Gunung Nglanggeran yang terletak di Yogyakarta. Gunung yang hanya memiliki ketinggian 700 mdpl ini memiliki jalur yang landai dan jalan setapak dari batu, sehingga cocok untuk pemula yang ingin belajar hiking. Kamu hanya membutuhkan waktu, kurang dari satu jam, untuk mencapai puncaknya dan menikmati Jogja dari sisi yang berbeda.

2. Gunung Pancar

Gunung Pancar menjadi pilihan yang tepat bagi yang ingin naik gunung tetapi tidak mempunyai banyak persiapan dan waktu luang. Meskipun tidak memiliki puncak, pemandangan hutan pinus yang menyejukkan dapat melepas penat pada akhir pekan.

Gunung Pancar terletak di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan ketinggian 800 mdpl. Selain track yang mudah, pengunjung juga dapat berkemping di area sekitar Gunung Pancar serta terdapat pula fasilitas lainnya, seperti berkuda, bersepeda, dan pemandian air panas. Gunung ini cocok didaki bersama keluarga maupun sahabat.

3. Gunung Munara – 1119 Mdpl

Untuk pendaki pemula yang berlokasi di kawasan Bogor atau Jabodetabek, kamu bisa mengunjungi Gunung Munara. Di awal pendakian para pendaki akan disuguhkan jalanan yang landai, pemandangan rumah warga, jembatan, sungai, hingga curug.

Gunung yang berlokasi di Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin ini hanya memiliki ketinggian 1.119 mdpl, cocok untuk traveler yang suka mendaki.  Namun harus tetap berhati-hati karena saat memasuki kawasan puncak, medan Gunung Munara cukup terjal.

4. Gunung Andong – 1.726 Mdpl

Gunung yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini dikenal sebagai salah satu gunung yang ramah bagi pemula. Hanya dengan ketinggian 1762 Mdpl, kamu bisa menaklukkan puncak Andong, hanya dalam waktu 2 jam.

Walaupun tak setinggi gunung pada umumnya, gunung Andong tetap menarik untuk didaki. Karena, memiliki pemandangan yang keren dan jalur yang mudah ditempuh. Cocok sekali untuk yang baru pertama kali mendaki gunung.

5. Gunung Kencana – 1.796 Mdpl

Rekomendasi gunung untuk pendaki pemula di Bogor selanjutnya yaitu Gunung Kencana. Gunung yang baru diresmikan sekitar tahun 2016 lalu ini langsung menjadi primadona para pendaki untuk sekedar hiking. Bahkan banyak yang hanya ingin berburu matahari terbit, ataupun terbenam.

Memiliki jalur yang landai dan ramah pendaki pemula, kamu akan disuguhkan kebun teh di sisi kanan dan kiri sepanjang jalan. Selain itu, gunung ini juga memiliki petunjuk arah yang akan mengarahkan hingga sampai puncak, sehingga hanya membutuhkan waktu 45 menit untuk sampai di puncak.

6. Gunung Ungaran – 2.050 Mdpl

Gunung ungaran yang berada di Semarang, Jawa Tengah memiliki tinggi 2.050 mdpl. Gunung Ungaran memiliki tiga puncak yakni Gendol, Botak, dan Ungaran. Kamu bisa melihat Semarang secara keseluruhan dan jajaran gunung lainnya dari Puncak Ungaran, seperti Gunung Sumbing, Telomoyo, Merbabu, Merapi sumbing dan Sindoro.

7. Gunung Papandayan – 2.265 Mdpl

Dikenal dengan wisata gunung keluarga, Gunung Papandayan memiliki ketinggian 2.265 Mdpl. Meski lumayan tinggi, namun gunung ini memiliki jalur yang landai dan asik. Gunung yang terletak di Garut Jawa Barat ini merupakan gunung terindah di Jawa Barat. Salah satu spot terfavorit yang memiliki pemandangan indah adalah hutan mati, selain itu di sini juga terdapat kawah serta kebun bunga edelweis.

8. Gunung Bromo –  2.329 Mdpl

Gunung yang terletak di empat lingkup kabupaten, yaitu Lumajang, Probolinggo, Malang, dan Pasuruan ini terkena akan keindahannya. Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.329 mdpl dan termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Tengger Sumeru. Gunung ini tengah menjadi gunung sejuta umat yang populer. Berbagai macam paket perjalanan ditawarkan untuk berwisata di gunung ini. Banyaknya fasilitas yang ada mempermudah para pemula di semua jenis usia.

9. Gunung Ijen – 2.443 Mdpl

Terletak di ujung Pulau Jawa, yakni di Banyuwangi, Gunung Ijen menjadi rekomendasi gunung untuk pendaki pemula selanjutnya. Gunung ini, sangat populer dengan blue firenya, dan kawah belerang yang memukau. Bahkan, tak jarang lokasi ini menjadi spot foto andalan para pendaki. Kamu bisa mencapai puncak gunung dalam waktu 2 jam, dari basecamp Platidung.

10. Gunung Prau – 2.565 Mdpl

Rekomendasi gunung untuk pendakipemula yang terakhir adalah Gunung Prau, merupakan gunung yang sangat populer di kalangan pendaki. Berada di kawasan dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.  Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.590 mdpl dan terkadang suhunya bisa mencapai -5 derajat.

Pemandangan yang tersohor dari gunung ini yaitu golden sunrise yang luar biasa memesona, bahkan banyak orang yang mengatakan golden sunrise di Gunung Prau adalah terbaik se Asia Tenggara. Gunung ini cocok untuk para pemula, karena pendakian hanya membutuhkan 2-3 jam saja. (Viona Bono Valvinka)

Continue reading 10 Gunung di Pulau Jawa untuk Pendaki Pemula